Gernas Tastaka adalah sebuah gerakan masyarakat sipil untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Indonesia. Gernas Tastaka diluncurkan pada 10 November 2018 dengan satu fokus, yaitu Pemberantasan Buta Matematika.
Gerakan ini lahir dari kegelisahan mendalam akan mutu hasil belajar murid Indonesia di mata pelajaran matematika. Seperti terlihat pada laporan PISA 2018, skor rata-rata siswa Indonesia adalah 379, di bawah rata-rata OECD — menempatkan Indonesia pada posisi 7 dari bawah dari 79 negara peserta, dan menurun dibanding PISA 2015 (386).
Gernas Tastaka menemani para guru kelas di SD/MI agar mampu membelajarkan matematika di kelas dengan “Bernalar, Sederhana, Mendasar, dan Kontekstual”. Dimulai dari menghimpun sumber daya intelektual-akademis, menyusun rancangan pelatihan komprehensif, hingga menggerakkan relawan untuk membantu guru memperbaiki kualitas pembelajaran melalui pelatihan tatap muka yang sarat simulasi.
“Kita tak bisa menolak takdir, tapi kita dapat melakukan perubahan. Sekecil apapun itu. Tak ada waktu untuk berdiam diri. Sebab, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Mari Bergerak!” — Ahmad Rizali, Founder Gernas Tastaka













